Hukum dan Kriminal

Eks Anggota DPRD Palembang Doni Cs Dihukum Mati Karena Jadi Bandar Narkoba

PALEMBANG, permatanews.com – Eks anggota DPRD Palembang Doni (30) dan empat orang terdakwa lainnya divonis pidana mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang karena terbukti menjadi bandar narkoba lintas negara.

Hakim Ketua Bongbongan Silaban  SH MH dalam putusannya, Kamis (15/4/2021) mengatakan terdakwa Doni dan keempat terdakwa lainnya masing-masing Alamsyah, Ahmad Najmi Ermawan, Yati Suharman dan Mulyadi (berkas terpisah) terbukti memiliki narkotika berupa empat kilogram sabu-sabu serta 21.160 butir pil ekstasi.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana mati,” kata Bongongan saat membacakan amar putusan untuk kelima terdakwa secara bergantian.

Majelis menilai kelima terdakwa melanggar 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomnor 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta tidak ada hal-hal yang meringankan hukuman bagi terdakwa.

Bahkan majelis menyebutkan hal-hal yang memberatkan kelimanya, yakni bertentangan dengan program pemberantasan narkoba pemerintah, perbuatan tersebut merusak generasi muda, termasuk kejahatan terorganisir dan dikategorikan sebagai transaksi lintas negara.

Terbukti berdasarkan fakta persidangan bahwa bedasarkan keterangan sakai Mulyadi yang dibenarkan Doni bahwa empat kilogram narkoba yang diamankan BNN pada Maret 2020 merupakan kiriman dari Malaysia, kata majelis hakim.

Sementara khusus terdakwa Doni, majelis hakim memberikan poin pemberat karena Doni tidak dapat memberikan contoh yang baik dalam posisinya sebagai Anggota DPRD Kota Palembang, selain itu Doni juga pernah menjalani masa hukuman sebelumnya dalam kasus narkotika.

“Artinya terdakwa (Doni) tidak menjadikan masa hukuman itu sebagai pembelajaran melainkan justru meningkatkan kejahatannya,” kata Bongbongan.

Sidang sendiri diwarnai dengan terdakwa Yati yang menangis tertunduk saat mendengarkan vonis tersebut dari LP Perempuan Palembang melalui sambunga video.

Usai persidangan, Kuasa hukum kelima terdakwa dari LBH Supendi Partner ini menyampaikan bahwa dirinya bakal “Nanti, kita mengajukan mengajukan banding atas putusan majelis tersebut,” tandas Supendi singkat.

Doni ditangkap tim gabungan BNN pada 29 September 2020 di ruko miliknya di Jalan Riau Kelurahan 26 Ilir Barat I Palembang.Penangkapan Doni merupakan hasil pengembangan kasus dari terdakwa Mulyadi yang ditangkap lebih dulu di Medan, Doni ditangkap setelah tim gabungan lebih dulu menangkap anak buahnya yang sedang bertransaksi.

Namun salah satu terdakwa Joko Zulkarnain kabur saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang pada Januari 2021 dan hingga kini masih buron, sehingga JPU belum bisa melakukan penuntutan terhadap terdakwa tersebut. (Arman)

hermansyah
the authorhermansyah

Tinggalkan Balasan